Pengobatan tradisional penyakit gagal ginjal. Solusi alternatif pengobatan tradisional gagal penyakit ginjal dengan obat herbal tradisional  jelly gamat gold-g telah terbukti ampuh untuk menyembuhkan penyakit gagal ginjal secara cepat.

Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine. Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.

 

Solusi pengobatan dengan obat herbal tradisional Jelly gamat Gold-G

Solusi pengobatan dengan cara aman tanpa efek samping yaitu dengan mengkonsumsi obat herbal tradisional Jelly gamat gold-g yang mampu menyembuhkan penyakit gagal ginjal. sebagaimana penuturan beberapa testimoni pengguna Gold-g dalam mengobati penyakit gagal ginjal :

Jelly gamat gold-g sembuhkan penyakit gagal ginjal orang tua saya

(kisah dari teman saya pribadi)

Berawal dari orang tua saya yang belum lama ini di vonis gagal ginjal oleh dokter specialist penyakit dalam RSUD poso Sul-teng, dan sudah dua kali di suruh cuci darah, karena keterbatasan biaya saya sarankan untuk konsumsi jelly gamat Gold-G. Luar biasa dalam waktu yang singkat berangsur sehat dan saat ini sudah bisa beraktifitas seperti semula, tanpa harus cuci darah.

Berangkat dari kisah nyata tersebut saat ini kami di Daulat menjadi Agen resmi Jelly Gamat tercatat di PT GNE “Dengan niat ingin menolong sesama yang membutuhkan serta untuk menghindari maraknya penipuan juga demi kenyamanan berbelanja di dunia maya, kami melayani pembelian dengan cara kirim dulu barang setelah barang di terima dengan baik baru anda melakukan pembayaran.

 

Pasien Rawat Inap Ginjal Akut dan Pembengkakan Terbebas dari Cuci Darah

Nama       : MAIMUNAH
Usia          : 50 tahun
Asal          : Makassar
Keluhan   : Ginjal Akut
Produk     : Biofirion dan Gold G

Selama 1,5 bulan dirawat di RS Dr. Wahidin karena terkena penyakit ginjal, badan saya terasa panas, sangat tidak nyaman menyebabkan sulit tidur dan susah berkeringat. Perut saya membengkak seperti orang hamil 5 bulan padahal saya janda dan sempat menjadi gunjingan orang-orang dikampung. Kaki saya juga bengkak sehingga tidak dapat berdiri apalagi berjalan, Dokter menganjurkan untuk cuci darah tetapi karena biaya besar dan saya tidak mampu maka saya menolak untuk pengobatan cuci darah. Saya minta berobat jalan tetapi dokter belum mengijinkan karena kondisi saya sangat parah, tidak bisa berdiri apalagi berjalan dan selama 1,5 bulan dirawat saya belum merasakan perubahan yang berarti.

Setelah memakai kalung Biofirion dan mengkonsumsi Gold-G Sea Cucumber sebanyak 5 sendok makan, dalam beberapa jam saya merasakan dingin dan keluar keringat. badan terasa ringan dan agak mengantuk sehingga bisa tidur dengan mudah padahal sebelumnya saya sulit tidur, akhirnya saya turuti nasehat ibu Musdalifa untuk minum Gold G secara rutin dan memakai Kalung Biofirion. Yang membuat dokter Fajar (yang menangani saya di RS Dr Wahidin) heran adalah bengkak pada perut dan kaki berangsur hilang, saya juga tetap menjalani rawat, setelah hampir sebulan menggunkan Biofirion dan minum Gold G secara rutin, akhirnya saya mampu berdiri dan berjalan seperti semula.


Gagal Ginjal Ternyata Tak Harus Cuci Darah atau Menjalani Operasi.

Cuci darah seumur hidup atau operasi.

Dokter menyodorkan 2 pilihan itu kepada Hariyati. Ia obat penyakit gagal ginjal tradisional mengalami gagal ginjal. Hariyati sembuh bukan dengan salah satu di antara 2 jalan itu. Hariyati syok mendengar vonis gagal ginjal. Ternyata itulah jawaban atas segala penderitaan selama bertahun-tahun obat gagal ginjal alami. Ia kerap merasa pinggang sebelah kiri pegal dan panas. Ketika berkemih, air urine berwarna merah keruh seperi air bekas cucian daging. Selain itu perempuan 30 tahun itu juga kerap terserang demam. Puncaknya terjadi pada pertengahan Desember 2008, ia muntah terus-menerus selama 3 pekan. ‘Saat itu mencium bau tak sedap perut saya langsung muntah,’ kata ibu 2 anak itu. Kondisi Hariyati saat itu mengenaskan: muka pucat dan letih. Mendapat kabar itu, sang suami, Suwarso, yang saat itu tengah menambang emas di Sumatera bergegas pulang ke Desa Keben, Kecamatan Tambakreno, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Gagal ginjal

Suwarso langsung membawa Hariyati ke sebuah rumahsakit di Pati. Hariyati segera menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasilnya sungguh mencengangkan: kadar ureum 420,15 mg/dl, kadar kreatinin 22,93 mg/dl, dan kadar asam urat 12 mg/dl. Kadar normal untuk ketiga indikator fungsi ginjal itu berturut-turut adalah 10-50 mg/dl, 0,6-1,1 mg/dl, dan 2,3-6,1 mg/dl. Hasil laboratorium itu menunjukkan bahwa buah pinggang Hariyati tak mampu melakukan fungsinya alias gagal ginjal. Dampaknya zat-zat yang seharusnya dikeluarkan melalui ginjal, menumpuk dalam darah.

Menurut dr Luluk Zulfa Agustina di Pati, nefron dalam ginjal berfungsi menyaring dan mengeluarkan racun dari tubuh. Fungsi nefron lain adalah menyerap kembali zat-zat yang diperlukan tubuh. Kadar ureum dan kreatinin yang melonjak melebihi ambang normal menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, itu akibat terjadinya penurunan fungsi ginjal. Ginjal gagal menyaring dan membuang zat-zat itu melalui urine sehingga menumpuk dan meningkat dalam darah. ‘Peningkatan kreatinin lebih dari normal, maka fungsi ginjal menurun sampai 30%,’ tutur Luluk.

Turun cepat

Untuk mengatasi gagal ginjal itu dokter menawarkan 2 opsi, yakni menjalani operasi atau hemodialisis alias cuci darah. Hariyati dilematis. Sebab, biaya sekali hemodialisis Rp 700.000, relatif mahal baginya. Frekuensi cuci darah sekali sepekan. Menjalani operasi juga menakutkan. Ia lebih memilih konsumsi obat selama sepekan opname di rumah sakit.. Seorang teman, Hesti Kartika Sari, menyarankan untuk mengkonsumsi ekstrak teripang. Ingin kondisinya membaik, Hariyati pun rutin mengkonsumsi 2 sendok makan ekstrak teripang satu kali sehari dan 5 tablet spirulina 2 kali sehari. Sepekan berselang ia merasa badan segar dan lebih bertenaga. Kondisi yang terus membaik itu mendorong Hariyati memeriksakan diri ke dokter. Pada 13 Maret 2009-persis sebulan mengkonsumsi teripang dan spirulina-ia mengecek kesehatan ke sebuah klinik di Pati. Hasilnya kadar ureum turun menjadi 36 mg/dl dan kreatinin 1,25 mg/dl. Pemeriksaan terakhir pada 6 April 2009, kadar ureum 21,1 mg/dl, kadar kreatinin 1,27, dan asam urat 4 mg/dl. Artinya ginjal Hariyati kembali berfungsi alias sembuh gagal ginjal. Untuk menjaga kesehatan, ia tetap mengkonsumsi 1 sendok makan ekstrak teripang per hari.

Regenerasi

Mengapa ginjal Hariyati membaik? Menurut dr Muhammad Wahib Hasyim di Pati kandungan protein ekstrak teripang sangat lengkap sehingga membantu regenerasi sel-sel ginjal yang rusak. Sementara dalam spirulina terdapat fikosianin yang berperan sebagai antioksidan dan bersifat renoprotektor alias pelindung ginjal. Kemampuan teripang memperbaiki jaringan rusak ditandai oleh nilai EPA alias ecosapentaenat 25,69% dan DHA asam docosahexaenat 3,69%. Senyawa-senyawa itulah yang membantu ginjal Haryati kembali berfungsi normal. (Faiz Yajri) Sumber: Majalah Trubus Edisi Sabtu, Agustus 01, 2009



Share